Total Tayangan Laman

Senin, 22 November 2010

Naskah Drama "KIsah Ibrahim dan Ismail "

Semalaman googling nyari contoh teks drama yang pas,..ternyata setelah menclok sana menclok sini, isinya cuma page orang yang ga ada kerjaan. Walhasil, coba-coba bikin sendiri. Walaupun masih amatir, semoga bisa bermanfaat bagi yg membutuhkan.

Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail

Narator :”Dikisahkan, setelah sekian tahun berumah tangga antara Nabi Ibrahim dengan Sarah mereka tidak dikaruniai seorang anakpun. Maka terjadilah percakapan antara NabiIbrahim dan Sarah.”

Ibrahim :”Istriku yang aku cintai,...usia kita semakin berkurang, akupun sudah merasa menua,..ingin sekali aku memiliki keturunan yang kelak bisa meneruskan aku untuk berdakwah di Palestine ( Bumi Allah ) ini.”
Sarah :”Benar suamiku,...namun sepertinya Allah belum mengizinkan aku untuk mengandung anakmu. Datangilah istrimu Siti Hajar,...insya Allah aku rela ia mengandung anakmu dan kelak akan meneruskan keturunanmu dan dakwah Islam ini.”

( Nabi Ibrahim pergi menemui Siti Hajar, sementara Sarah bersedih karena menerima kenyataan bahwa ia tidak bisa mengandung dan membahagiakan suaminya ).

(Datanglah Nabi Ibrahim bersama Siti Hajar yang sudah mengandung menemui Sarah )

Ibrahim :”Alhamdulillah,..akhirnya Allah mengabulkan do'aku”

(Dengan wajah sedih, Sarahpun berkata)

Sarah :”Pergilah,...bawalah ia..kemanapun kamu mau, tak kuat rasanya aku melihat kebahagiaan kalian “ ( Sarahpun menangis dan berlari meninggalkan Ibrahim dan Siti Hajar)
Ibrahim :”Istiku Siti Hajar,..ikutlah denganku”
Siti Hajar:”Hendak kemanakah kita suamiku?
Ibrahim :”Entahlah,..akupun tidak tahu”
Siti Hajar:”Baiklah” ( sambil berjalan memegangi perutnya yang hamil )

Narator :”Akhirnya sampailah mereka di Makkah, Ismailpun lahir. Dan Ibrahim mengakhiriperjalanannya. Hanya sebentar saja ia menemani Siti Hajar dan Ismail maka Ibrahim meninggalkan mereka berdua di tempat yang tandus tiada air yang terlihat hanyalah batu dan pasir kering )
Ibrahim :”Baiklah istriku cukup sampai di sini, aku harus meninggalkan engkau dan anakku yg tercinta”
Siti Hajar:”Kumohon suamiku,..jangan tinggalkan kami “ ( Siti Hajar menangis sambil memegang baju Ibrahim kuat-kuat )

(Namun Ibrahim tetap meninggalkan mereka, sambil terduduk lemas Siti Hajar menangis, lalu Ismail mendatanginya sambil berkata )

Ismail :”Ibu...ibu,..aku haus dan lapar..”
Siti Hajar :”Sebentar anakku sayang, akan ibu cari air dan makanan”

( Siti Hajar berjalan melewati bukit Safa dan Marwa, kadang ia berjalan,..kadang ia berlari sebanyak 7 kali )
(dalam keadaan yang lemas dan tidak berdaya, datanglah Malaikat Jibril hendak menolongnya )

Jibril :”Siapakah sebenarnya engkau ini?”
Siti Hajar :”Aku adalah hamba sahaya Ibrahim”
Jibril :”Kepada siapa engkau dititipkan di sini?”
Siti Hajar :”Hanya kepada Allah aku memohon perlindungan”
Jibril :”Jika demikian, maka engkau telah dititipkankepada Dzat Yang Pemurah Lagi Maha Pengasih, yang akan melindungimu, mencukupi keperluan hidupmu dan tidak akan menyia-nyiakan kepercayaan ayah puteramu kepada-Nya”

(Setelah berjalan dan berlari melewati bukit tersebut beberapa kali, muncullah air zam-zam dari tengah bukit tersebut )
(merekapun minum dan makan kurma yang tumbuh disekeliling bukit itu )

Narator :”Dikisahkan setelah beberapa lama meninggalkan Siti Hajar dan Ismail sendirian di tempat yg tandus, Ibrahim bersedih dan tak tega membayangkan istri dan anaknya yang dikasihinya ditinggal sendirian. Pikirannya selalu tertuju pada mereka. Akhirnya Ibrahimpun mengunjungi mereka”
Ibrahim :”Assalamu'alaikum,...wah sudah besar sekarang Ismail”
Ismail :”Iya Ayah,...ibu memelihara aku dengan baik, bagaimana khabar ayah?”
Ibrahim :”Alhamdulillah baik,...aku diutus oleh Allah untuk membangun Kaabah,...maukah kau membantuku?”
Ismail :”Kerjakanlah apa yang diperintahkanAllah kepadamu dan aku akan membantumu dalam pekerjaan yang mulia itu”

Narator :”Akhirnya merekapun membangun kabah, selang berapa lama Ibrahimpun kembali bermimpi. Kali ini dalam mimpi itu, dia diperintahkan oleh Allah untuk menyembelih anaknya Ismail. Anak satu-satunya dan sangat dicintainya “

“Ibrahim duduk termenung, memikirkan ujian terberat yang harus dihadapi yaitu perintah Allah untuk menyembelih anaknya, datanglah syaitan yang menganggunya dengan upaya untuk menggoda Ibrahim agar tidak melaksanakan perintah Allah”

Syaitan :”Jangan mau Ibrahim,...urungkan niatmu. Bukankah Ismail anakmu satu-satunya, siapa yang akan meneruskan keturunanmu kelak jika ia kau sembelih...mhm..benar-benar ayah yang tidak mengasihi anak”

(Datang Ismail menghampiri ayahnya )

Ismail :”Ayah,...ada apakah gerangan, apa yang membuat engkau termenung dan berdiam seorang diri?”
Syaitan :”Jangan beritahu Ibrahim,...nanti ia akan membencimu sebagai ayahnya”

(Ibrahimpun terdiam dan hampir mengurungkan niatnya untuk menyampaikan kepada Ismail tentang perintah Allah tersebut )

Ismail :”Ayah....”
Syaitah :”Jangan beritahu,...jangan-jangan itu hanya khayalanmu saja”
Ibrahim :”Pergilah kau syaitan,..jangan ganggu kami....” (Syaitanpun pergi )
Ibrahim :”Anakku yang kukasihi, permata ayah karena hanya engkaulah kelak yang akan meneruskan keturunanku, aku diperintahkan Allah untuk menyembelihmu. Berat rasanya aku melakukan ini. Bagaimana menurutmu”

Ismail :”Wahai ayahku! Laksanakanlah apa yg diperintahkan oleh Allah kepadamu. Engkau akan mendapati dan menemuiku insya Allah sebagai seorang yg sabar dan patuh kepada perintah. Aku hanya meminta dalam pelaksanaan perintah itu, agar ayah mengikatku sekuat-kuatnya supaya aku tidak banyak gerak sehingga menyusahkan ayah, dan kau tanggalkan pakaianku supaya tidak terkena darah yang akan menyebabkan berkurangnya pahalaku dan terharunya ibuku melihatnya. Lalu tajamkanlah parangmu dan percepatkan penyembelihan agar meringankan penderitaan dan rasa perihmu, lalu sampaikan salam untuk ibuku”

(Ibrahimpun memeluk Ismail dan berkata )

Ibrahim :”Bahagialah aku memiliki seorang putera yang taat kepada Allah, berbakti kepada orangtua dan ikhlas menyerahkan dirinya untuk melaksanakan perintah Allah “

(Lalu Ibrahimpun mengikat Ismail dan membaringkannya dilantai. Sambil mengasah pisaunya, air matanya menetes, agak lama ia melakukan itu, seakan-akan terjadi pertarungan batin anatar ingin melaksanakn perintah Allah dengan kecintaannya kepada anaknya )

(Namun ternyata parang yang sudah diasah itu menjadi tumpul dileher Ismail. Berkali-kali ia coba untuk menyembelihnya namun gagal, sampai akhirnya turunlah wahyu melalui Jibril )

Jibril :”wahai Ibrahim! Engkau telah berhasil melaksanakan mimpimu, demikianlah Kami membalas orang-orang yg berbuat kebajikan. Sembelihlah kambing sebagai ganti engkau menyembelih anakmu. Allah sudah menerima ketaatanmu, pahala dan kebaikan akan senantiasa menyertaimu”


Narator :”Dikisahkan Ismail sudah beranjak dewasa, dan Ibrahim berulangkali menjenguknya, hingga akhirnya Ismail menikah dengan Umara. Sampai suati ketika Ibrahimpun berkunjung ke rumah Ismail”

Ibrahim :”Assalamu'alaikum,...kemanakah suamimu?”

(Umara tidak mengenali orangtua itu yg tidak lain adalah bapak dari suaminya )

Umara :”Wa'alaikum salam Pak tua,...suamiku sedang berburu. Apakah keperluanmu di sini?
Ibrahim :”Aku hanya ingin menanyakan bagaimana khabar kalian”
Umara :”Kami berada dalam kesempitan, hidup kami menderita”
Ibrahim :”Apakah kamu mempunyai jamuan , makanan dan minuman?”
Umara :”Aku tidak mempunyainya, malah apapun tiada”

(Ibrahim tidak suka dengan sifat Umara yang kikir dan tidak menghormati tamu, maka ia pun berkata)

Ibrahim : Jika suamimu kembali, sampaikan salamku kepadanya dan katakan supaya dia menggantikan pintunya”

(Ismailpun pulang dan bertanya kepada istrinya )

Ismail :”Istriku,...adakah orang datang menemuimu?”
Umara :”Ya, ada orang tua mengunjungi kita. Aku tidak mengenalnya, ia tampak lusuh dan tua sekali”


Ismail :”Apakah ia mewasiatkan sesuatu kepadamu?”
Umara :”Ya, dia menyuruhku untuk menyampaikan salam kepadamu dan memintaku mengatakan kepadamu supaya menggantikan pintunya,....hu memang dia itu siapa??..seenaknya menyuruhmu begitu..!”

(Ismail menahan marah dan berkata )

Ismail :”Dia adalah bapakku,...dan karena sikapmu yang tidak terpuji, maka ia menyuruhku untuk menceraikanmu. Mulai besok, pulanglah kamu ke keluargamu. Dan rubahlah sikapmu itu”

(Ismailpun lalu mengantarkan istrinya yg telah diceraikannya itu ke rumah orangtuanya )

Narator :”Dikisahkan akhirnya Ismailpun menikah lagi,kali ini dengan Sayiida lalu dengan Meriba dan terakhir dengan Malchut. Dari ke-dua istrinya tersebut Ismail memiliki sejumlah anak, yang kelak akan lahir dari keturunan Ismail seorang Nabi yaitu nabi Muhammad “

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar